Bisnis Reseller, Konservatif Namun Tetap Memikat

Pernahkah anda melacak, sebuah botol Coca-cola yang ada ditangan anda sudah bisa menghidupi berapa usaha? Pernahkah anda melacak, sudah berapa nyawa bisa dihidupi oleh sebungkus permen kopiko ? Klasik, tapi dahsyat. Itulah bisnis reseller.

Nama boleh beda, tapi konsep tetap sama. Bisnis reseller punya makna yang sama dengan bisnis distribusi, agen, toko, sampai lapak pengecer. Yaitu, Menjual Lagi Produk Milik Orang Lain Kepada Orang Lainnya.

Istilah Re-Seller atau menjual lagi, adalah konsep tradisional yang sudah kita kenal sejak lama. Sebut saja contoh diatas. Coca-cola company menciptakan sebuah produk minuman bernama Coca-Cola. Setelah dibungkus dalam botol kaca, produk ini kemudian diserahkan ke Distributor untuk dijual lagi ke para agen-agen. Dari agen, botol ini dijual lagi ke para pemilik toko kelontong. Bisa saja dari toko kelontong ini botol tersebut berpindah ke tangan penjual minuman di pinggir jalan. Lalu anda yang melewati jalan tersebut berhenti dan membeli botol tersebut dan akhirnya meminumnya. Anda bukanlah reseller dari coca-cola, tapi distributor, agen, toko, hingga pedagang asongan tersebut layak menyandang gelar reseller Coca Cola.

Itulah bisnis Reseller. Tidak dibutuhkan kemampuan menciptakan produk. Yang diperlukan hanyalah kemampuan memasarkan produk. Dalam dunia bisnis internet, istilah reseller merupakan istilah yang sangat biasa.

Salah satu ciri khas konsep bisnis reseller adalah butuh modal. Yup, modal. Dipakai untuk apa ? untuk membeli produk yang diciptakan oleh orang lain. Misalnya menjadi reseller pulsa. Anda kan harus setor sejumlah uang dulu sebelum bisa menjualnya pada orang lain ?

Ciri berikutnya yang paling khas mewakili istilah reseller dalam bisnis internet adalah produk tersebut tidak dapat dimodofikasi lagi. Misalnya anda membeli CD Belajar Wordpress dari cafebisnis, anda tidak boleh merubah harga dari CD tersebut, menambah-mengurangi isi dalam CD, atau bahkan menjual CD yang sudah anda dapatkan kepada orang lain. Anda cukup menawarkan saja, namun CD nya dari mas Lutvi. Itulah yang disebut Reseller.

Kesederhanaan konsep bisnis reseller ini tidak serta merta menggambarkan kesederhanaan income yang bisa didapat. Seperti ilustrasi yang saya gambarkan di depan tadi, menjadi reseller bukan berarti tidak menguntungkan. Justru potensi penghasilannya bisa banyak, sebab anda hanya perlu memikirkan bagaimana cara memasarkan produk, tanpa harus berpikir bagaimana produk tersebut diciptakan.

Hanya saja, perlu hati-hati dalam menjalankan bisnis konsep reseller, karena ini berhubungan dengan modal yang anda gunakan. Cermatlah dalam memilih produk yang akan anda beli. Dan yang paling penting, belilah produk yang anda sukai. Setidaknya jika anda tidak berhasil jualan, anda masih bisa mendapatkan manfaat dari produk tersebut. Tapi jika anda merasa sulit untuk memasarkan sebuah produk, anda bisa bertanya pada pemilik produk atau orang-orang yang sudah pernah sukses sebelumnya.

Reseller apa saja yang bagus ? banyak kok, salah satunya bisa anda pilih dari banner-banner yang menghiasi di atas, kanan, dan kiri halaman web yang anda baca ini….hehehehe….

This entry was posted on Tuesday, September 29th, 2009 at 1:52 pm and is filed under Cara Goblok Reseller. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Bisnis Reseller, Konservatif Namun Tetap Memikat”

  1. mashengky.com

    8:37 am
    October 4th, 2009

    pertamax masih mahal ya? bisnis reseller yang anda ikutin apa aja mas?

  2. Anonymous

    9:48 am
    October 6th, 2009

    saya masih bingung mas, bedain yg reseller yg mana, yg affiliate yang mana, paling cuman bedain berdasarkan duit yang keluar…klo reseller artinya saya beli produk yg saya jual, klo affiliate saya gak beli produk yang saya jual…bener gak sih ? wakakakakak…

 

Leave a Reply

[+] kaskus emoticons nartzco